Pages

26 Nov 2013

#notetomyself

Assalamualaikum,
saya baru saja membuka catatan-catatan lama dan menemukan berbagai hal penting di sana. oya, saya tipe pencatat, pemerhati, dan (sesekali) pengomentar. ketika saya membaca buku, mendengarkan nasihat, mengaji, atau mendengar sepintas lalu dan saya menemukan ada hal yg menarik, saya pasti catat. entah di notebook atau di hp. kenapa begitu? karna kita akan lebih mudah ingat ketika sesuatu itu pernah kita tulis, dan tentunya bisa kita baca atau cari kembali bukan?
kali ini, saya akan membahas sebuah catatan kecil yg (in shaa Allah, kalo tidak salah) merupakan kalimat yg saya dengar dari rekaman ngaos gus Bahak, Rembang. kalimat itu singkat saja, saya tulis di hp, dan berbunyi "utekmu didekek ngendi, mosok njaluk opah karo Dzat sg ngenehi hadiah?" (kamu taruh mana otakmu, masa iya meminta upah kpd Dzat yg memberimu hadiah?)
dari kalimat ini kita bisa belajar, bahwa seringkali apabila kita berdoa, kita memohon sesuatu dg nada memaksa kepadaNya. satu hal yg sering sekali kita lupa adalah berdoa berarti bersimpuh memohon, memasrahkan, meminta tolong, dan memasrahkan segala hal kepadaNya, Allah Sang Mujibudda'waat. dari sini kita harus paham, bahwa "meminta tolong" jelas harus beradab, ada banyak syarat-syarat agar doa diqabulkan, salah satunya 'tidak memaksa'. lucunya, ketika berdoa kita seringkali terlupa syarat-syarat berdoa tsb, maka sesuai maqolah gus Bahak di atas, bahwa kita hidup di dunia dengan segala kesempurnaan yg Allah ciptakan, adalah hadiah dariNya tanpa pernah kita minta. maka alangkah lucunya ketika berdoa kemudian memaksa padaNya tentang isi doa kita. seolah-olah kita meminta upah kepada Dzat yg memberi kita begitu banyak hadiah. wallahu a'lam bisshawwab.
dari tulisan sederhana ini, saya lebih suka menyebutnya note to myself, lebih utk mengingatkan diri sendiri. yuk bersama-sama, mari kita syukuri hadiah-hadiah yg Allah berikan kepada kita sebelum sibuk meminta sesuatu yg belum ada. sudahkah kita bersyukur hari ini?

(Nailil Maghfiroh, 26 november 2013, 6.00 AM)

7 Nov 2013

hijab memuliakanmu, wanita...

Assalamualaikum readers...

saya baru saja selesai membaca #99hijabstories yg ditulis oleh @muhammadassad
saya bisa bilang kalo buku ini sangat menarik. dari covernya yg eye-catching, desainnya yg menarik, content yg 'renyah' serta harga yg terhitung sangat murah untuk buku setebal lebih dari 500 halaman full color. #recommended lah pokoknya :D
weits, maaf maaf yaa, saya posting tulisan ini bukan mau promo lho ya, karna sudah ada begitu banyak review tentang buku ini.

well, buku ini berisi 99 kisah inspiratif dari 99 wanita berhijab. kisah tentang bagaimana awal mereka berhijab dengan segala suka duka dan tantangan yg bahkan muncul dr orang-orang terdekat.

tadinya saya tidak pernah menyangka ada banyak sekali lingkungan yg tidak memperbolehkan seorang wanita mengenakan hijab yg notabene adalah kewajiban/ perintah langsung dr Allah dalam al-Qur'an al-Karim. namun dari buku ini saya bisa mengambil hikmah bahwa ternyata di luar sana berhijab merupakan suatu tantangan yg luar biasa.

banyak wanita yg mengingkari bahwa berhijab itu merupakan suatu kewajiban, sehingga dengan enteng meninggalkan kewajiban utama seorang wanita yaitu menutup aurat. sejumlah alasan klasik pun dilontarkan; entah gerah, mau menghijab hati dulu, dan sederet pernyataan lain.

karna hijab adalah sebuah kewajiban, secara otomatis kita paham bahwa menanggalkannya berarti berdosa. relakah kita menumpuk-menumpuk dosa baru setiap hari sementara kita tidak pernah tau diampuni kah dosa-dosa kita yg telah lampau?

hijab itu kewajiban,  hijab itu identitas muslimah, hijab itu pelindung, hijab itu anugerah, hijab itu keberkahan, hijab itu bentuk kemuliaan Islam bagi wanita, dan hijab itu bentuk kecintaan Allah kepada hambaNya.
mari berhijab, mari berbenah, mari melangkah lebih dekat pada rahmatNya.

terakhir, saya kutip pernyataan sang author buku #99HS berikut ini...
"the point is... everything in this world, which is very precious, valuable, and delightful, is covered. to taste the sweet oranges, you have to peel away their skin. to drink the refreshing water of coconuts, you need to drill down it skins. to gain access to the pearls, you have to deep down the ocean and open its clam"

-Nailil Maghfiroh (8 November 2013, 00.01 dini hari)