Pages

6 Mei 2014

melukis sejarah (tulisanku, sejarahku)

"karena kau menulis, suaramu tak kan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari...
orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama dia tak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah.” -Pramudya Ananta Toer
saya suka menulis, I write whatever I want to write. saya tidak takut tulisan saya tidak dibaca orang, yg saya tau saya hanya ingin menulis, menulis, dan menulis...
lewat tulisan saya mengenal keindahan kata,
lewat tulisan saya belajar banyak hal yg tidak semua orang lain pahami,
lewat tulisan saya belajar mengerti dan memahami,
lewat tulisan pula saya ungkapkan hal-hal yg mungkin tak terucap oleh lisan.
saya suka menulis, entah bagaimana mulanya,
sejak dulu saya gemar menulis; mengeja kata, merangkai bahasa, menyusun cerita...
suatu saat nanti, kala ingatan saya sudah tak setajam saat ini, ketika memori-memori perlahan mengabur, saya akan terbang mengulang masa ketika tulisan-tulisan sederhana ini saya buat.
saya, dengan segenap harapan yg saya yakini, tau bahwa tulisan-tulisan yg pernah saya susun akan berguna kelak pada saatnya.
bahkan meski tak ada lagi yg mau membaca tulisan saya, saya akan terus menulis, melukiskan kejadian-kejadian dalam kehidupan saya melalui untaian kata, tersusun rapi membentuk imaji....
maka detik ini, ketika saya tuangkan isi pikiran saya ke dalam kata-kata, saya tengah mengukir kisah, sejarah yg kelak akan saya buka kembali....
(Nailil Maghfiroh, 5 Mei 2014; 17.17)

get the pict here

5 Mei 2014

rinduku di ujung waktu

jika rindu laksana api, lantak sudah segalanya mewujud puing.
bila rindu seolah air, menyamudera lah rinduku padamu.
belum genap empat bulan aku mengenal sosokmu, Kak. that was the first time I saw you but actually that was your 3rd time you knew me, how cheat you are. started from an awkward conversation on DM, and easily you'll be an important piece of my life :')
beruntungnya aku dikenalkan pada sosok sepertimu, Kak.
lelaki yg mampu menghadapiku dg segenap kesabaran, tak peduli betapa kekanakannya sikapku selama ini.
lelaki yg mengajakku untuk tetap tersenyum, meski dunia menghujaniku alasan untuk menangis.
lelaki yg selalu bisa menemukan cara untuk membuatku tertawa di tengah kegalauan.
lelaki yg selalu menjadi tempat hatiku pulang, kala kucari tempat berteduh.
lelaki yg selalu menguatkan dan mengajariku bersabar, ketika rindu datang menjelang, mengatakan bahwa the best thing will comes in the end.
kalau lah mungkin kutemukan kata yg lebih bermakna dari terima kasih, akan kucari ke mana pun kiasnya...
(and still, the caption of this post was made by Kak Nasih)

get the pict here