Hari ini, 23 Juni 2014, lelaki terkasih kami tepat berusia 64 tahun. Dari dulu hingga usianya sekarang, Abah tetaplah lelaki luar biasa yg kami banggakan.
Sedari kecil, kami kedelapan putra-putri Abah sangat dekat dengan beliau.
Siapa orangnya yg tak bangga dengan ayahnya? Pun begitu saya dan saudara-saudara saya.
Bagi kami, Abah adalah ayah terbaik, sosok hebat yg menjadi panutan serta pusat kebahagiaan dan semangat kami.
Dalam ingatan kanak-kanak saya, Abah adalah sesosok laki-laki yg kuat, sabar, perhatian, dan luar biasa penyayang.
Kala itu, di tengah-tengah kesibukannya, Abah sering menggendong, menyuapi, mengantar saya ke sekolah. Saya bangga sekali punya ayah yg begitu memperhatikan saya, setiap pulang sekolah Abah selalu menanyakan nilai dan pelajaran hari itu. Abah juga selalu memperhatikan hal-hal remeh yg mungkin tak setiap ayah lakukan pada anaknya.
Abah juga, yg selalu membelikan kami mainan terbaru saat anak-anak seusia kami belum memilikinya, meski waktu itu keadaan kami belum sebaik sekarang. Tapi Abah tak peduli, kebahagiaan kami adalah prioritasnya. Namun tentu saja, semua harus berbanding lurus dengan prestasi belajar kami. Beliau memanjakan kami, dengan catatan kami jg harus menjadi yg terbaik.
Beranjak dewasa, sosok Abah berubah menjadi sahabat bagi kami, tempat kami bertanya apa pun. Dan bagi saya pribadi, menjadi laki-laki idola nomor satu yg begitu saya kagumi, saya cintai, dan saya hargai sepenuh hati.
Ketika tiba waktunya bagi kami untuk memulai perjalanan tholabul 'ilmi di perantauan, Abah menjadi motivator hebat sekaligus penguat di masa-masa sulit tersebut. Abah yg selalu menasehati, membimbing, mengarahkan, terlebih menguatkan kami agar menjadi sosok yg tak gampang menyerah.
Kemudian seiring usia kami, dan seiring usia Abah yg kian beranjak, kami semakin dekat dengan beliau.
Kami sadar Abah tak lagi semuda dulu, tapi bagi kami, Abah tetaplah lelaki tangguh yg segenap waktunya dihabiskan untuk kemaslahatan ummat.
Ah Abah, seandainya Abah tau, meski sering mengucap hal ini, tak mungkin cukup kuungkapkan, sedari dulu, hingga sekarang, dan sampai kapan pun, aku sangat bangga menjadi putrimu.
Terima kasih, Bah atas semua yg Abah lakukan. Kami yakin hanya Allah kelak mampu membalas segalanya, dengan sebaik-baik balasan.
Selamat ulang tahun Abah, seperti doa yg kami ucapkan tadi pagi, kami berdoa semoga Abah selalu sehat, dikaruniakan umur panjang yg barokah dan tetap istiqomah menghebatkan orang-orang di sekitar Abah.
Abah, we love you to the infinity and beyond :")
(Temanggung, 23 Juni 2014; 21.30)