Assalamu’alaikum,
Hari Sabtu kemarin, tanggal 1 Muharram 1436 H bertepatan
dengan tanggal 25 Oktober 2014, Forsikabanu (forum silaturahmi & komunikasi
alumni Banat NU) Kudus mengadakan acara gebyar 1 Muharram sekaligus reuni akbar
bagi alumni dari angkatan 1974 sampai 2014.
Saya, yang sejak lulus jarang menginjak madrasah Banat meski
sering datang ke Kudus dan belum pernah mengikuti acara forsikabanu akhirnya
memutuskan untuk datang ke acara tersebut. Alhamdulillah acara tersebut
berlangsung khidmat, lancar, sangat meriah dan semoga memberi barokah bagi kami
semua, Allahumma aamiin :)
Saya tiba di Kudus hari Jum’at malam sekitar pukul 19.30,
dijemput oleh Barbara dan menginap di rumah dia. Lama tak merasakan malam di
Kudus membuat pikiran saya de-javu setiap melewati setiap sudut kota itu.
Mashaa Allah, betapa saya merindukan segalanya tentang kota itu :’)
Paginya, saya janjian untuk bertemu dengan teman-teman OSIS
di rumah Rusyda yang memang selalu menjadi basecamp kami berkumpul sedari dulu.
Simply because rumah dia dekat menara (yang otomatis dekat dengan madrasah
Banat), gampang dicari, luas dan ada wi-finya (haha teteup ya saya mah :p)
Well, kala berkumpul dengan ‘teman-teman yg seusia, sepaham,
segila dan sesama hobi’ ditambah lagi jarang bertemu, tidak akan jauh dari
seruan-seruan berikut, kalian pun pasti begitu kan? :D
“Bluethooth dooong cepetaaan,”
“Ih, kirim aku dulu dong,”
“Jangan kirim bbm, resize-nya gilak, whatsap atau line aja,”
“Eh sumpah yaa, yang ini jangan diaplut, aku jelek banget,”
“Eh ini hapus aja hapusss, bagusan yang tadi…”
Hehehe, seruan-seruan yang saya yakin bagi kalian pun tidak
asing. Tapi selama ini, bagi kami, tidak pernah ada proses seleksi foto yang
akan dikirim atau diunggah ke social media. Ratusan suara shutter kamera yang
berbunyi, kelelahan memegang selca-stick atau tongsis, dari hasil tidak
sempurna, blur, terlihat sangat lucu, (sedikit) tidak cantik, atau hasil apa
pun lainnya. Nah di blog ini kenapa yang saya aplut cuma sedikit? Yakali saya aplut semua foto, ini blog apa facebook rame bener?
Karena hectic dan asyiknya di rumah Rusyda, kami sampai
terlambat datang ke acara dan sampai di sana ketika syaikhina KH Ma’shoem AK
menyampaikan sambutan dan mauidhoh. Lebih lengkap tentang acara forsikabanu,
inshaa Allah saya bahas di postingan selanjutnya.
Allahu Rabb, betapa bahagianya saya dipertemukan dengan
orang-orang hebat di dalam perjalanan hidup saya. Saya yakin, setiap orang yang
Allah pertemukan dalam kehidupan saya, tidak ada satu pun yang secara kebetulan
tanpa maksud pembelajaran yang hebat. Termasuk teman-teman yang telah menggores
warna pada masa putih-abu-abu saya menjadi goresan pelangi indah yg sempurna.
Mereka, adalah sebagian orang di antara banyak orang lain yang mengisi
perjalanan saya.
The greatest gift of life is friendship, and I have received it –Hubert Humphrey
![]() |
| candid ala-ala :p |
![]() |
| disponsori dan dirempongi oleh selca-stick |


