Pages

15 Des 2013

sebuah kisah, sebuah pembelajaran

di daerah saya, ada pasangan suami istri sepuh yg sudah puluhan tahun menikah namun belum juga dikaruniai keturunan. lantas apakah kemudian mereka berpisah? tidak! atau mereka sering bertengkar? jawabannya pun tidak.
sepasang suami istri tadi, sebut saja mbah darus dan mbah wasik ini hampir setiap hari lewat depan rumah saya.
di usia senjanya, mereka masih harus bekerja keras karena masalah ekonomi, miris sekali saya melihatnya.
mbah wasik -sang istri- sudah tak lagi sehat, mungkin disebabkan penyakit usia senjanya. sedangkan mbah darus -sang suami- kadang kala bahkan harus memanggul beban kayu berat di pundaknya (dalam bahasa jawa; nyunggi) sekedar untuk memperoleh sekian rupiah.
tapi kalo kalian lihat, mereka tak pernah menunjukkan wajah susah penuh beban sama sekali, ketika kami menyapa dan sesekali berbincang, wajah mbah darus dan istri selalu tersenyum. mbah darus juga selalu berjalan sambil menggandeng tangan sang istri. sungguh sebuah pemandangan yg begitu mengharukan.

lalu dari sinilah saya seringkali malu untuk masih mengeluh, mengingat keadaan saya yg Alhamdulillah luar biasa nikmatnya.
Alhamdulillah, saya masih memiliki kedua orangtua yg sangat mencintai saya, keluarga, juga teman-teman yg menyayangi.

maka kemudian saya sering sekali menasihati diri sendiri, wahai jiwa, cukupkan keluhmu dan
mengerti lah bahwa hal-hal yg kamu anggap remeh ini mungkin saja didambakan orang2 di luar sana.
penuh syukur saya hadapi apa pun yg Allah berikan dalam hidup saya.

bersyukurlah, maka Allah benar-benar akan menambah nikmatmu...

3 komentar:

  1. Wah ceritanya mengharukan dan menginspirasi. Kalo lewat depan rumahmu lagi di Foto mbak, aku ngefans sama pasutri lansia itu. ;)

    BalasHapus
  2. Jadi tahu apa artinya itu bersyukur :) artikelnya keren saya suka

    BalasHapus
  3. oke, kapan-kapan in shaa Allah sy ambil gambar mereka :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, feel free to share your comment :)