Pages

10 Agu 2014

Jilboobs (apa gunanya): Sebuah Penghinaan Bagi Muslimah

Assalamu'alaikum,
Belakangan ini marak sekali kata 'jilboobs' beredar di dunia maya, sebuah istilah yg ditujukan bagi muslimah yg mengenakan hijab/jilbab namun masih menonjolkan bagian-bagian tubuhnya.
Dari awal membaca istilah itu, saya merasa sangat risih karena gabungan kata yg menurut saya sangat tidak layak, jilbab yg bermakna hijab (lebih ke arah penutup kepala) yg maknanya baik, digabungkan dengan 'boobs' yg bermakna (maaf) payudara.
Sekarang mari kita pelan-pelan belajar memahami, jilbab/hijab yg disyari'atkan dalam al-Qur'an itu seperti apa sih? Apakah baju kurung (gombrong) seperti tsaqofah (budaya) orang Arab? Ini syari'at lho, tidak ada hubungannya sama sekali dengan tsaqofah. Kalau yg dimaksudkan dengan hijab syar'i (istilah yg juga booming menjadi tren fashion) adalah pakaian seperti orang 'Arab, maka jelas hal itu menyempitkan ayat al-Qur'an, karena tidak ada ayat yg mengatakan bahwa hijab yg disyari'atkan sama dengan pakaian orang 'Arab. (surat al-ahzab: 59 dan an-nur: 31)
Lantas bagaimana pakaian yg disyari'atkan menurut ayat al-Qur'an? Syaratnya 3: menutupi dada, tidak transparan, dan tidak menonjolkan bentuk tubuh.
Belakangan memang hijab seperti dijadikan tren sehingga banyak remaja yg mengenakan hijab karena banyaknya hijabers yg mereka jadikan role model dalam fashion.
Tapi hei, terlepas bagaimana pun pakaian mereka, atau akhlaq dan perilaku yg dihubung-hubungkan dengan hijab, mereka jelas telah melaksanakan perintah syari'at bahwa memakai jilbab itu suatu kewajiban bagi muslimah yg sudah baligh dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Ada hal-hal yg perlu (sedikit saja) kita mengerti, bahwa ulama' salaf kita berbeda pendapat tentang banyak hal, termasuk tentang memakai celana bagi muslimah, ada beberapa ulama' salaf yg mengatakan bahwa memakai celana itu hukumnya bukan haram, hanya makruh, ada yg mengatakan mubah, bahkan sunnah apabila khawatir auratnya tersingkap jika hanya memakai rok/gamis.
"Kita harus husnudzon, khilafiyah yg terjadi pd para ulama' salaf sama sekali bukan untuk menang-menangan, namun lebih untuk memberikan solusi bagi ummat" (maqolah K. Adib Mubarok)
Nah, kembali lagi ke permasalahan jilboobs, saya merasa istilah tsb terlalu dibuat-buat oleh orang yg tidak suka pd muslimah yg berhijab pada umumnya. Istilah jilboobs seolah-olah memberi kesan "lebih baik tidak berhijab daripada berhijab namun masih menonjolkan aurat" yg jelas salah kaprah.
Istilah tsb juga seolah membangun keragu-raguan bagi 'mereka' yg ingin berhijab dan mungkin sebagian lain yg hijabnya belum sempurna.
Segala hal butuh proses, dan kita wajib menghargai masing-masing progress orang lain. Ajarkan bagaimana berhijab dg baik pada mereka yg kurang mengerti. Jangan malah men-judge orang lain dengan istilah menjijikkan tadi, jangan merasa hijab yg kita pakai adalah yg paling sempurna. Setan lebih ahli lho memanas-manasi hati kita. Duh... bisa 'ujub lagi akhir-akhirnya, na'udzubillah...
Wallahu a'lam....
(Nailil Maghfiroh, 9 Agustus 2014)

source

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, feel free to share your comment :)