Pages

16 Jan 2015

Smiles&Tears' new header

Assalamu'alaikum,

Udah lama pengen bikin header yang 'saya banget' tapi ga bisa bikinnya. Yang simple, trus desain dan warnanya itu bisa bikin orang yang liat langsung tau kalo itu header nellyl banget, errr apa yah, seseuai kepribadian gitu, hehehe...

Pernah sih beberapa kali dibikinin sama temen yang memang ahli di bidang desain dan IT, tapiya tetep aja ga sesuai keinginan dan ujung-ujungnya ga dipake, heuheu kesian padahal udah dibikinin susah-susah...

Akhirnya, beberapa minggu yang lalu, pas adik saya di rumah. Berbekal tripod biar posisinya ga pindah, difotoin lah sama dia dan hasilnya lumayan bagus. Waktu itu ga berniat buat dibikin header makanya bajunya pun warna biru yang notabene enggak saya banget. Tapi berhubung saya suka hasil fotonya yaudah saya jadiin header blog ini...
Taraaa... jadilah header ala kadarnya ini ;D

2015!

Assalamu'alaikum,

Belakangan saya lagi hobi banget blogwalking (lagi). Sebenernya ini salah satu kegiatan favorit saya kalo lagi ada banyak waktu. Tapi beberapa bulan terakhir karena banyaknya aktivitas yang ga memungkinkan untuk berlama-lama duduk di depan laptop, kegiatan blogwalking jadi jarang saya lakukan. Paling-paling (cuma) ke blog-blog favorit saya yang memang sayaaaang banget kalo dilewatkan postingannya. Itupun blogwalking nya dari hp... Selain karena memang hobi banget baca, blogwalking juga banyaaak manfaatnya loh, salah satunya jadi punya banyak inspirasi buat ditulis, hehe...

Well, berhubung masih awal 2015, berbicara soal proposal yang selalu saya buat setiap taunnya, actually, ada satu proposal yang belum tercapai di 2014 kemarin. Semogaaa banget di 2015 ini Allah kasih kesempatan untuk mewujudkan, aamiin...

Proposal untuk 2015 sendiri kalo saya bilang sifatnya lebih matang, yah karena entah kenapa sepanjang 2014 kemarin banyak banget yang bilang kalo saya berubah lebih dewasa. Alhamdulillah banget kan ya untuk saya yang selama ini selalu dibilang manja, childish, dan gak dewasa...

Di tahun ini, proposal semacam perbaikan ubudiyah, akhlaq, pendewasaan, taqarrub ilallah lebih mendominasi daripada proposal-propasal kayak yang pengen ini-pengen itu, mau ini-mau itu, dan blablabla... Karena April nanti saya masuk 23, tua ya? hehehe....
Menurut saya sih dengan perbaikan ubudiyah dan taqarrub ilallah, segala hal baik inshaa Allah akan mengikuti dengan sendirinya, tentu saja tanpa mengesampingkan segala bentuk ikhtiar.
Dan saya pun makin sadar, kenapa seringkali doa-doa yang saya langitkan kadang masih ditunda olehNya. Tentu selain karena belum tepat waktunya atau Allah simpan dan gantikan dengan yang lebih baik, sebab lain adalah karena pendekatan saya ke Allah yang kurang atau bahkan menurun drastis...

Semoga ke depan, segala hal yang saya lakukan, baik masalah ibadah, urusan dunia dan segala aspek lain, Allah kasih kemudahan dan keberkahan serta lebih manfaat lagi dari taun-taun sebelumnya, Allahumma aamiin :)

Thanks for reading, xoxo

tentang ikhlas



 Assalamu’alaikum,

Menurut saya, ikhlas adalah wujud kerelaan tertinggi sekaligus tersulit dalam tahapan pasrah seorang manusia.

Ikhlas itu, seperti surat al-Ikhlas dalam al-Quran yang sekalipun tak pernah menyebutkan namanya dalam keseluruhan ayat.

Ikhlas itu, tak bisa begitu saja terbangun tanpa tahap-tahap awal yang sangat panjang.

Ikhlas dalam segi apa? Tentu dalam segala hal.

Ikhlas memberi tanpa mengungkit.

Ikhlas beramal tanpa dipamerkan.

Ikhlas bertindak tanpa disebut.

Ikhlas di hati tanpa merasa lebih.

Ikhlas berjuang tanpa mengharap apapun.

Ikhlas menerima segala ketentuan Allah meski berat.

Ikhlas berdoa dan berpasrah.

Sungguh, tidak pernah ada yang bilang ikhlas itu mudah.

Sungguh, tidak pernah ada yang merasa ikhlas datang begitu saja.

Keikhlasan akan datang kala terbiasa…

Berawal dari keterpaksaan, keistiqomahan, kebiasaan, kemudian ikhlas itu datang.

Seperti juga mengikhlaskan takdir kehidupan yang digariskan-Nya…


Karena sejatinya, dia yang tak pernah merasa dirinya ikhlas, dialah yang memahami hakikat ikhlas yang sebenarnya…

14 Jan 2015

'once a year' moment



Assalamu’alaikum,

Momen berkumpul dalam formasi lengkap di keluarga saya adalah momen yang sangat jarang terjadi, setahun paling hanya bisa berkumpul lengkap dua kali. Sekali pas acara haflah pondok, dan sekali pas lebaran atau liburan Rabi’ul Awal di mana adik-adik saya yang ada di pondok liburan. 

Yang bisa sering berkumpul mungkin saya dan kakak-kakak saya yang sudah menikah, tapi adik-adik saya semua ada di pondok dan baru bisa pulang setahun dua atau tiga kali. Makanya, momen kebersamaan komplit selalu menjadi detik-detik yang amat berharga bagi kami sekeluarga.

Momen kebersamaan kami diisi dengan sesekali berlibur bersama (yang ini sungguh ga pernah bisa lengkap-kap-kap), acara internal ngobrol penuh heart-to-heart yang sering berakhir curhat dan mewek, acara Maulidan keluarga setiap Rabi’ul Awal seperti kemarin, dan acara-acara keluarga semacam family gathering dengan keluarga besar dari Abah atau Ummi.

Waktu kumpul lengkap Januari ini, momen yang selalu ada setiap libura Maulid adalah, seperti biasa kami ada acara maulid dzibaiyyah keluarga. Sungguh seru dan semoga membawa berkah bagi kami semua. Keseruan, kehebohan, kebisingin dan keamburadulan dari mulai mengangkat-angkat sound system, peralatan rebana, dan berebut microphone serta alat-alat lain sampe ada yang nangis daaaan lain-lainnya.

Yang bersuara emas macam mba Zulfa, dek Aly, dan… saya (hahahahaha yang terakhir boong abiss ini, maksa banget) kebagian nyari lagu dan mengawali pergantian sholawat. Yang tangan-tangannya ga bisa di tanah alias suka terbang macam mba Ida, dek Intan, dek Faza tugasnya megang peralatan rebana. Yang lain yagitu, giliran baca maulidnya. Ohya, kalo baca yang panjang-panjang itu bagiannya dek Fatma karena bacanya cepet dan bagus banget. Fyi, dek Fatma itu putri mba Zahro yang kedua dan umurnya baru 10 tahun. Saya mah istiqomah baca ‘fahtazal’ hehe…

Selepas doa yang dibacakan oleh Abah ditambah beliau membacakan hajat masing-masing dari kami sekeluarga, biasa diisi mauidhoh dari Abah dan semua anak wajib ngasih sambutan, ini lebih ke momen sharing, curhat dan saling mengingatkan gitu. Kalo di sesi ini lebih personal, cuma anggota asli aja, Abah Ummi dan anak-anak,jadi para menantu dan cucu diusir dulu hehehe…

Dan terakhir apalagi kalo bukan makan-makaaan. Makan bareng-bareng kayak pas masih di pondok, pake nampan, alhamdulillah… Semoga tahun depan, saat Rabi’ul awal lagi, sudah ada anggota-anggota baru lagi ya Allah, aamiin…