Assalamu’alaikum,
Momen berkumpul dalam formasi lengkap di keluarga saya
adalah momen yang sangat jarang terjadi, setahun paling hanya bisa berkumpul
lengkap dua kali. Sekali pas acara haflah pondok, dan sekali pas lebaran atau
liburan Rabi’ul Awal di mana adik-adik saya yang ada di pondok liburan.
Yang bisa sering berkumpul mungkin saya dan kakak-kakak saya
yang sudah menikah, tapi adik-adik saya semua ada di pondok dan baru bisa
pulang setahun dua atau tiga kali. Makanya, momen kebersamaan komplit selalu
menjadi detik-detik yang amat berharga bagi kami sekeluarga.
Momen kebersamaan kami diisi dengan sesekali berlibur bersama (yang ini sungguh ga pernah bisa
lengkap-kap-kap), acara internal ngobrol penuh heart-to-heart yang sering
berakhir curhat dan mewek, acara Maulidan keluarga setiap Rabi’ul Awal seperti
kemarin, dan acara-acara keluarga semacam family gathering dengan keluarga
besar dari Abah atau Ummi.
Waktu kumpul lengkap Januari ini, momen yang selalu ada setiap libura Maulid adalah, seperti biasa kami ada
acara maulid dzibaiyyah keluarga. Sungguh seru dan semoga membawa berkah bagi
kami semua. Keseruan, kehebohan, kebisingin dan keamburadulan dari mulai
mengangkat-angkat sound system, peralatan rebana, dan berebut microphone serta
alat-alat lain sampe ada yang nangis daaaan lain-lainnya.
Yang bersuara emas macam mba Zulfa, dek Aly, dan… saya
(hahahahaha yang terakhir boong abiss ini, maksa banget) kebagian nyari lagu dan mengawali
pergantian sholawat. Yang tangan-tangannya ga bisa di tanah alias suka terbang
macam mba Ida, dek Intan, dek Faza tugasnya megang peralatan rebana. Yang lain
yagitu, giliran baca maulidnya. Ohya, kalo baca yang panjang-panjang itu
bagiannya dek Fatma karena bacanya cepet dan bagus banget. Fyi, dek Fatma itu
putri mba Zahro yang kedua dan umurnya baru 10 tahun. Saya mah istiqomah baca ‘fahtazal’
hehe…
Selepas doa yang dibacakan oleh Abah ditambah beliau
membacakan hajat masing-masing dari kami sekeluarga, biasa diisi mauidhoh dari
Abah dan semua anak wajib ngasih sambutan, ini lebih ke momen sharing, curhat
dan saling mengingatkan gitu. Kalo di sesi ini lebih personal, cuma anggota
asli aja, Abah Ummi dan anak-anak,jadi para menantu dan cucu diusir dulu hehehe…
Dan terakhir apalagi kalo bukan makan-makaaan. Makan
bareng-bareng kayak pas masih di pondok, pake nampan, alhamdulillah… Semoga
tahun depan, saat Rabi’ul awal lagi, sudah ada anggota-anggota baru lagi ya
Allah, aamiin…