Pages

14 Jan 2015

'once a year' moment



Assalamu’alaikum,

Momen berkumpul dalam formasi lengkap di keluarga saya adalah momen yang sangat jarang terjadi, setahun paling hanya bisa berkumpul lengkap dua kali. Sekali pas acara haflah pondok, dan sekali pas lebaran atau liburan Rabi’ul Awal di mana adik-adik saya yang ada di pondok liburan. 

Yang bisa sering berkumpul mungkin saya dan kakak-kakak saya yang sudah menikah, tapi adik-adik saya semua ada di pondok dan baru bisa pulang setahun dua atau tiga kali. Makanya, momen kebersamaan komplit selalu menjadi detik-detik yang amat berharga bagi kami sekeluarga.

Momen kebersamaan kami diisi dengan sesekali berlibur bersama (yang ini sungguh ga pernah bisa lengkap-kap-kap), acara internal ngobrol penuh heart-to-heart yang sering berakhir curhat dan mewek, acara Maulidan keluarga setiap Rabi’ul Awal seperti kemarin, dan acara-acara keluarga semacam family gathering dengan keluarga besar dari Abah atau Ummi.

Waktu kumpul lengkap Januari ini, momen yang selalu ada setiap libura Maulid adalah, seperti biasa kami ada acara maulid dzibaiyyah keluarga. Sungguh seru dan semoga membawa berkah bagi kami semua. Keseruan, kehebohan, kebisingin dan keamburadulan dari mulai mengangkat-angkat sound system, peralatan rebana, dan berebut microphone serta alat-alat lain sampe ada yang nangis daaaan lain-lainnya.

Yang bersuara emas macam mba Zulfa, dek Aly, dan… saya (hahahahaha yang terakhir boong abiss ini, maksa banget) kebagian nyari lagu dan mengawali pergantian sholawat. Yang tangan-tangannya ga bisa di tanah alias suka terbang macam mba Ida, dek Intan, dek Faza tugasnya megang peralatan rebana. Yang lain yagitu, giliran baca maulidnya. Ohya, kalo baca yang panjang-panjang itu bagiannya dek Fatma karena bacanya cepet dan bagus banget. Fyi, dek Fatma itu putri mba Zahro yang kedua dan umurnya baru 10 tahun. Saya mah istiqomah baca ‘fahtazal’ hehe…

Selepas doa yang dibacakan oleh Abah ditambah beliau membacakan hajat masing-masing dari kami sekeluarga, biasa diisi mauidhoh dari Abah dan semua anak wajib ngasih sambutan, ini lebih ke momen sharing, curhat dan saling mengingatkan gitu. Kalo di sesi ini lebih personal, cuma anggota asli aja, Abah Ummi dan anak-anak,jadi para menantu dan cucu diusir dulu hehehe…

Dan terakhir apalagi kalo bukan makan-makaaan. Makan bareng-bareng kayak pas masih di pondok, pake nampan, alhamdulillah… Semoga tahun depan, saat Rabi’ul awal lagi, sudah ada anggota-anggota baru lagi ya Allah, aamiin…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, feel free to share your comment :)