Pages

26 Sep 2015

menikmati fase ini...

Assalamu'alaikum...

Pernikahan saya dan suami memasuki usia 115 hari. Yah, usia pernikahan yg masih terbilang sangat muda. Sedang hangat-hangatnya, sedang mesra-mesranya, (masih) terus digoda di mana-mana, disebut sebagai pengantin baru. Meski sudah hampir 4 bulan, dan bukan usia yg baru lagi sebenarnya.

Ketika baru sekitar sebulan saya menikah, ada orang, yg entah dengan dalih apa, mengucap kalimat sarkas pada saya, begini kira-kira bunyinya, "Halah, masih anyar, masih baru. Masih enak-senengnya doang itu. Coba aja nanti, ga lama lagi, pasti baru ketauan aslinya kayak apa. Ngerasain susahnya hidup berumah tangga kayak apa..."
Saya hanya tersenyum mendengarnya (membaca lebih tepatnya, karena kalimat tersebut disampaikan melalui pesan singkat), sama sekali tidak berusaha tau siapa pengirim pesan tanpa nama tersebut, dan seketika menghapusnya, bahkan belum sempat saya screenshot :P

Bukan sok gegayaan, bukan tak mau realistis. Sebagai manusia saya paham betul, namanya perjalanan tentu tidak bisa selalu berada di jalanan landai, datar tanpa kelokan. Ada kalanya jalan itu membelok tiba-tiba, mendaki tajam atau menurun curam. Tapi dengannya, saya tidak pernah sendiri, saya yakin sesulit apa pun jalannya, asalkan bersamanya, saya akan selalu baik-baik saja...

Saya tau, ilmu saya tentang rumah tangga dan pernikahan masihlah sangat minim. Tapi saya berusaha, jangankan beberapa bulan mendatang, bertahun bahkan berpuluh tahun lagi pun, saya bertekad akan terus membawa, menciptakan dan memperjuangkan kebahagiaan ini.

Hari ini, di usia pernikahan di hari ke-115, saya dengan bangga menuliskan, betapa saya mensyukuri tiap fase yang terjadi dalam kehidupan saya. Betapa fase yg benar-saya saya syukuri ini, menjadi istri dari seorang Nashih Muhammad, lelaki shalih yg mempercayai saya menjadi pendamping hidupnya, adalah fase yg sempat orang-orang bilang sebagai, "Coba aja nanti kalo udah nikah, coba aja kalo udah berapa bulan nikah. Ga akan seneng-seneng kayak manten anyar."

Well, sekali lagi saya tersenyum. Ketika menuliskan ini, saya masih dan akan terus merasakan euforia, kebahagiaan sebagai seorang istri, sebagai, yah... pengantin baru...

Nikmati saja, karena setiap fase yang saya lewati, adalah skenario terbaik yg Allah pilihkan untuk kami lakukan....

Selasa, 22 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, feel free to share your comment :)