Pages

25 Sep 2012

tweet-ku tentang #putri2jadzab

hari ini aku melepas rindu dengan teman-teman yg kami menyebut diri sendiri sebagai putri-putri jadzab di sosial media. I mean twitter and facebook.
mashaAllah, rinduku pada mereka begitu membuncah. tapi Allah belum memberi kami kesempatan untuk kembali bersama.
jadilah aku menumpahkan asaku dalam tweet-tweet yg kuberi hashtag #putri2jadzab.

1) kebersamaan kami dulu mungkin tdk lama, tp hidup dlm satu atap selama bbrp bulan bersama mereka benar2 luar biasa. #putri2jadzab
2) kebersamaan yg luar biasa. dr mulai program subuh2, kadang telat bareng2, mencari makan bareng2, sampe begadang bareng. #putri2jadzab
3) menghabiskan akhir pekan dg menjelajahi seluruh isi kampung itu. #putri2jadzab
4) sampe kami semua hafal masing2 kebiasaan dr kami. #putri2jadzab
5) hari2 yg luar biasa
bersama mereka. saling
mengingatkan dlm kebaikan, dlm amar ma'ruf, saling support satu sm lain. #putri2jadzab
6) dan janji kami berlima dulu utk kembali berkumpul kelak di rumah itu dg menggenggam kesuksesan masing2. #putri2jadzab
7) subhanAllah, mereka benar2 saudara yg luar biasa. dan aku sangat bersyukur diberi kesempatan utk mengenal mereka. #putri2jadzab
8) Allah, pintaku tak banyak. tolong kumpulkan kami kembali suatu saat nanti dlm majlis yg sempurna Kau ridhoi. #putri2jadzab

bantu mengamini yuk, syukron :')

24 Sep 2012

hikmah kesekian

ketika Allah menjadikan dhohir (tubuh) kita ringan diajak beribadah menjalankan perintahNya,
batinn (hati) kita tabah sekaligus tulus menerima ketetapanNya,
maka seperti itulah sebaik-baik nikmat yg dianugerahkan olehNya :)

ibn Atho'illah dlm kitab hikam

21 Sep 2012

"Bapak" yg kukenal di Pare

ini bukan kali pertama aku memposting tentang kehidupanku di Pare pada tahun 2010 hingga 2011 lalu.
Alhamdulillah, Allah mempertemukanku dengan orang-orang hebat selama masa belajarku di sana selama kurang lebih empat bulan; dari mulai guru-guru, teman-teman seperjuangan yg luar biasa hebatnya, sampe ibu asrama dan keluarganya yg kemudian begitu dekat denganku layaknya keluarga.
kali ini, aku bukan ingin memposting tentang teman-teman, tapi aku ingin sedikit bercerita tentang bapak.
siapa bapak? bapak adalah kakak ipar dari ibu asrama yg rumahnya tepat di depan (dan samping) rumah kos atau asrama yg kutempati semasa di Pare.
bapak seorang laki-laki sepuh berusia sekitar 60 tahun yg hebat. (sekali lagi kutegaskan, banyak sekali orang-orang hebat yg Allah pertemukan denganku di Pare).
sampai seusia ini, Allah belum memberikan kepercayaan seorang keturunan kepada Bapak. dulu aku berpikir, kenapa Allah membiarkan bapak hidup tanpa seorang putra pun untuk menemani hari tuanya? masha Allah, begitu naifnya aku berani mempertanyakan takdirNya tentang hal itu.. namun setelah sekian lama barulah aku sadar, rencanaNya tetap yg terbaik. dari tiga amal sholih yg akan terus mengalirkan pahalanya ketika bapak kelak tiada, bapak sudah punya dua diantaranya; kecuali waladun sholih yg sampe saat ini belum Allah karuniakan.
letak bagian belakang rumah bapak berada tepat di sebelah kamarku. hampir setiap pagi bapak selalu menyapaku dari jendela kamar. mengingatkanku untuk belajar, mengaji dan sholat-sholat sunnah adalah kebiasaan beliau. sesekali bapak juga mengajakku sarapan bersamanya.
bapak, bapak tak pernah enggan melakukan kebaikan, sifatnya yg luar biasa ramah dan 'arif membuat beliau bisa dekat dengan siapa saja, termasuk denganku.
meski bukan siapa-siapa, bapak sudah kuanggap layaknya abahku sendiri.
ketika melihatku muram, bapak tak segan menasehatiku dengan suara sepuhnya yg menenangkan.
satu hal yg hingga kini selalu teringat, bapak menangis sewaktu aku pamit pada beliau karna masa belajarku di Pare sudah berakhir. ya, bapak menangis melihatku meninggalkan kampung bahasa itu.
ah... bapak... aku merindukanmu. semoga Allah membalas semua menerima semua amal baik dan memberkahi usiamu :")

ini foto bapak & ummi as


12 Sep 2012

berjalanlah pelan-pelan

memutih pucat
membiru lebam
memerah darah
menguning kering
kemudian merona jingga
semerbak pesat
merangkaki fase demi fase
menjembatani arah
perlahan, meniti, tertatih, berjalan, hingga akhirnya berlari
setiap detiknya begitu bermakna
menabur senyum pada setiap luka
kemudian tertawa pada ujung gemilang
aku saja bisa,
kenapa kamu tidak?

"dedicated for my beloved sister; mba cha. keep smiling, keep fighting sist :)"

10 Sep 2012

hipnoterapi with Mr.Son (sebuah pengalaman)

beberapa waktu lalu aku bertemu dengan Mr.Son, seorang tutor bahasa inggris sekaligus ahli hipnoterapi. gambaran singkatnya, seperti uya kuya lah. tetapi peran beliau di sini bukan seperti uya yg menanyakan hal-hal pribadi bahkan sampai membuka aib seseorang, melainkan hanya memberi sugesti sesuai kebutuhan masing-masing orang yg dihipnotis.
ketika baru saja bertemu, mr.son langsung membaca wajahku yg 'kata beliau' ada aura anehnya. beliau bilang, "kenapa kamu va? wajah ceria, tapi auranya nggak ceria banget, lagi galau ya?"
aku meringis mendengar pertanyaannya, "yaaah Mister, kalo ada Mister mah aku nggak bisa pura-pura.."
"hahaha iya lah. mau dihipnotis?" tawarnya langsung. aku mengangguk sambil tersenyum. pikirku, "wah, pas banget nih waktunya. emang di sini aku mau nyari ketenangan."
duduk di ruang tamu dengan posisi rileks, aku Mr.Son dan teman-teman yg selalu excited menyaksikan hipnoterapi.
proses hipnoterapi Mr.Son sederhana saja, tertidur setelah mengikuti arah bolpen yg digerakkan dua arah. lamat-lamat kudengar suara Mr.Son yg menenangkan, mengeluarkan kata-kata.. "melihat hamparan bukit di depanmu, kamu akan semakin rileks, semakin tenang, sepuluh kali lebih tenang dari sebelumnya.." aku merasakan ketenangan yg dimaksudkannya. harusnya, semakin lama proses hipnoterapi yg kujalani, ketenangan dan sugesti yg disampaikan oleh Mr.Son melekat semakin dalam dan membuatku bangun dalam keadaan yg luar biasa segar dan rileks, seolah semua beban terangkat selama proses hipnoterapi tadi. tetapi TIDAK. sebuah keanehan mulai kusadari ketika aku tidak merasakan ketenangan luar biasa yg harusnya kurasakan. perlahan tapi pasti, setiap detail kata yg keluar dari mulut Mr.Son menimbulkan kebencian yg amat besar dan semakin besar dalam diriku. ketika Mr.Son mengucap "setiap langkah yg kamu ambil, kamu akan kehilangan beban dalam pikiranmu. semuanya menjadi semakin rileks dan ringan" ketika itu juga secara tiba-tiba aku teringat semua hal buruk yg dilakukan orang lain padaku. bahkan hal-hal yg tadinya aku lupa, hal-hal yg sudah terjadi mungkin lima tahun yg lalu semuanya teringat jelas dan kebencian yg tadinya sudah kuhapus tiba-tiba muncul kembali. aku semakin tersiksa.
setelah sekian menit yg menyiksa, alhamdulillah, kudengar tepuk tangan Mr.Son yg membangunkanku. beliau berucap, "keadaanmu nggak rileks sama sekali. kelihatan kok mana hipnotis yg berhasil dan tidak.."
ketika kutanyakan pada Mr.Son kenapa justru hal seperti itu yg terjadi, Mr.Son mnggeleng, beliau tidak tau..
Aku? Wallahu a'lam bisshawab...


6 Sep 2012

masa lalu?

"maafkan kesalahan masa lalu, jangan sesali. kemudian tegaslah membebaskan diri untuk hidup seutuhnya sekarang, dan di masa depan.." - majalah Al Hira'