Pages

10 Jan 2014

ibarat padi dan rumput

Assalamu'alaikum,

tumben tumbenan ya saya posting dua hari berturut-turut. ceritanya lagi sedikit tdk sehat, makanya banyakan di kamar dan daripada iseng lebih baik nulis kan?

saya seringkali malu kalo orang lain terlalu tinggi menilai diri saya, padahal yg tau segala isi hati saya cuma saya sendiri dan Allah.

semua ungkapan, pujian dan ungkapan mereka selalu saya "aamiin" kan, sembari berdoa "Allahummaj'alni khairan min maa yadhunun" semoga Allah jadikan saya lebih baik dari apa yg mereka sangka.

Alhamdulillah, dengan selalu bersyukur ternyata membuat hidup saya menjadi luar biasa mudah, luar biasa nikmat dan selalu merasa cukup.

Alhamdulillah, saya sungguh bersyukur dilahirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini.
alih-alih mengenyam pendidikan formal selepas SMA, saya "dipaksa" fokus mondok utk mendalami 'ulumuddin, ma shaa Allah sungguh tidak ada yg mengalahkan nikmatnya mempelajari ilmu agama.

seperti yg sering diungkapkan oleh K.Adib Mubarok, bahwa "ibarat tanaman, dunia itu rumput dan akhirat itu padi. seseorang menanam padi, rumput pasti lah ikut tumbuh. namun seseorang menanam rumput, tak mungkin padi ikut tumbuh." seperti itu lah perumpamaannya, kita mencari kehidupan akhirat in shaa Allah dunia akan mengiringi, namun siapa mencari kehidupan dunia, tak mungkin akhirat akan ikut.

Alhamdulillah, Alhamdulillah 'alaa kulli haal, bersyukurlah, maka Allah benar-benar akan menambah nikmatmu :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, feel free to share your comment :)