Assalamu'alaikum,
It's been 2 months since my last post. yeah, karena sepanjang April dan Mei kemarin, saya disibukkan oleh persiapan pernikahan yang subhanallah hecticnya. dan Alhamdulillah, tepat pukul 9.00 pada tanggal 30 Mei 2015 aka 11 Sya'ban 1436 kemarin, Im officially became Mr. Nashih Muhammad's beloved wife.
Sepanjang bulan Juni tentu saja masih (tetap) hectic #halah menyandang status baru sebagai seorang istri, makanya belum kesampaian juga niat untuk posting tentang pernikahan saya.
Saya dinikahi oleh lelaki shalih yang sudah saya kenal selama kurang lebih satu tahun. Bagi sebagian orang, kisah kami mungkin tidak menarik untuk diikuti bahkan terkesan jadul. Namun bagi banyak sebagian yang lain perjalanan kami menuju pernikahan justru sungguh mengejutkan dan ditunggu kelanjutannya.
Lain waktu, inshaa Allah saya akan membuat post khusus tentang perjalanan saya dan suami (ah, bahagia rasanya sudah menyebutnya dengan 'suami', amazed, isn't it?)
but first, lemme tell you about The-Day; May 30th 2015.
Hari Jumat malam, atau malam lajang terakhir, sampai pukul 00.00 lebih saya belum kunjung bisa memejamkan mata karena suasana kamar saya masih begitu ramai karena banyak teman yang menginap demi menyaksikan dan mendampingi detik-detik terakhir saya sebelum berstatus istri orang. Hingga naris pukul 23.00 tangan saya dilukis henna oleh salah seorang henna-wedding yang kebetulan adalah teman saya.
Selepas itu, karena beramai-ramai dalam satu kamar, tentu tidak memungkinkan bagi saya untuk tidur, padahal saya akan mulai dimake-up pukul 04.00 pagi. Jadilah saya pindah ke lantai bawah untuk mencari kamar yang sepi. dan ternyata kamar-kamar di lantai bawah pun sudah penuh oleh saudara-saudara yang menginap dan satu-satunya tempat yang memungkinkan untuk saya tempati adalah ruang tamu. Ya, saya tidur di lantai ruang tamu pukul 00.30 berjejeran dengan makanan-makanan dan ketiga keponakan saya, hehehe.
Dini hari, tepat pukul 3.20, 10 menit sebelum alarm yang saya pasang berbunyi, saya bangun dengan perasaan campur aduk yang berlebihan; antara tegang, cemas dan sederet perasaan lain menghadapi hari yang ditunggu-tunggu selama ini. Bismillah, saya bangun dan menyiapkan gaun akad saya, berwudhu, sholat, mandi kemudian mengompres wajah dengan es, dan mulai dimake-up pukul 4.00.
Pukul 6.00 pagi, saya sudah siap dengan segala gaun, hijab, dan perasaan deg-degan yang semakin menjadi-jadi. Pagi itu juga, saya bersimpuh mencium kaki Ummi, wanita mulia yang menumpahkan segala kasih sayangnya selama 23 tahun usia saya, juga memohon ridho Abah dan mengucapkan permintaan maaf dengan segenap hati saya karena telah begitu sering mengecewakan dan menyakiti hati beliau berdua. Terima kasih, Bah, Mi, sudah menjadi orang tua yang luar biasa hebat untuk kami. Pagi itu, seluruh keluarga menjadi saksi, turut meneteskan air mata kala saya menyampaikan bakti saya yg terakhir sebelum menjadi seorang istri.
Pukul 8.00 pagi, rombongan keluarga dari suami saya datang dan langsung menuju masjid tempat akad akan dilangsungkan. Sesuai adat dalam keluarga, saya menunggu di rumah sampai ijab-qabul selesai terucap. Selama masa menggu itu, didampingi teman-teman dan adik-adik, saya terus memeluk ummi, tak henti-hentinya mengucap terima kasih juga untaian maaf kepada beliau.
Saya dituntun menuju aula pondok, demi bisa mendengarkan rangkaian acara yang sedang terjadi di masjid. seluruh tangan dan kaki saya terasa dingin karena campur-aduknya perasaan waktu itu. teman-teman saya menenangkan, berusaha membujuk saya untuk berhenti meneteskan air mata. Mashaa Allah, detik-detik berjalan sangat lambat.
Melalui speaker masjid terdengar jelas, pembacaan ayat-ayat suci, prosesi khutbah nikah, hingga sampai pada sighat ijab dan qabul yang diucapkan oleh Abah dan suami saya. Dari aula pondok tempat saya berada, sungguh tak ada yang bisa menahan air mata mendengar janji suci yang memuat tanggung jawab agung itu; kak Nashih sebagai seorang suami, dan saya sebagai seorang istri.
Subhanallah, Alhamdulillah, momen penting untuk memasuki babak baru ini terlewati sudah. Perlahan-lahan saya dituntun menuju masjid untuk dipertemukan pertama kalinya setelah kak Nashih resmi menjadi suami saya. Dengan penuh ta'dzim, saya mencium punggung tangannya sembari mengaminkan doa yang beliau bacakan di atas ubun-ubun saya,
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah... Tak hentinya saya melantun syukur atas semua fase hidup yang Allah skenariokan hingga sampai pada titik ini. Terima kasih tak terhingga kepada semua keluarga, teman-teman dan semua yang telah mendoakan kami, mencurahkan segalanya dalam acara kami, jazakumullah aufar al-jaza, jaza-an katsiran. Terima kasih pula telah membaca tulisan sederhana saya, inshaa Allah lain waktu saya lanjutkan kembali di part kedua :)
Wassalamu'alaikum...
Melalui speaker masjid terdengar jelas, pembacaan ayat-ayat suci, prosesi khutbah nikah, hingga sampai pada sighat ijab dan qabul yang diucapkan oleh Abah dan suami saya. Dari aula pondok tempat saya berada, sungguh tak ada yang bisa menahan air mata mendengar janji suci yang memuat tanggung jawab agung itu; kak Nashih sebagai seorang suami, dan saya sebagai seorang istri.
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah... Tak hentinya saya melantun syukur atas semua fase hidup yang Allah skenariokan hingga sampai pada titik ini. Terima kasih tak terhingga kepada semua keluarga, teman-teman dan semua yang telah mendoakan kami, mencurahkan segalanya dalam acara kami, jazakumullah aufar al-jaza, jaza-an katsiran. Terima kasih pula telah membaca tulisan sederhana saya, inshaa Allah lain waktu saya lanjutkan kembali di part kedua :)
Wassalamu'alaikum...


















▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
BalasHapusSelamat ya, semoga menjalin keluarga yang bahagia. :)
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
amin, thank you anyway :)
HapusYuhuuuu.. baarokalloooh.
BalasHapusSelamat menyandang status baru ya di idul fitri ini.
Nikmatilah masa-masa berduaan. Hohohohoo ^^
Kalau aku waktu itu nyantai aja. Nggak degdegan gimana2.
Nggak ada temen yang nginep juga cuman sodara-sodara aja.
Alhamdulillah lancar akadnyaa.
Hehehe perasaan orang beda2 emang.
aamiin... nikah itu amazing bgt ya mbak hehehe....
Hapusmungkin tiap orang beda-beda rasanya, atau akunya yg emang dasar baper-an :D
ada post tentang wedding di blognya jg ga? biar bisa blogging ke sana. anyway, salam kenal :)