Pages

7 Jan 2012

copas note fb februari 2011 lalu

* inilah manusia-manusia ajib dan ajaib yg kutemukan di maskan Al –Farisi linnisa’ selama masa persinggahanku di Pare yg tidak lama *

* mengutip kata-kata di dalam buku berjudul ‘Bidadari Bumi’ karya Halimah Alaydrus di bawah ini;
Kawan…
Bersama tiap rinai doa
Ada namamu diiring pinta
Semoga kita tetap bersama
Meski di mana kita berada
Dan semoga Allah di hatimu, di hatiku
Dalam tiap waktu

* Vitra Ayu
Arek Jombang satu ini adalah teman jadzab sekamarku sekaligus orang yg mengenalkanku pada tempat-tempat di Pare dan sekitarnya.
Hobi kami nge-jadzab bareng walo tak kunjung jadi wali, hihihi…
Merebus air di atas pukul 22.00 malam untuk membuat secangkir gahwah ato berbagi mie goreng instant adalah hobi kami selanjutnya, dengan niat begadang untuk hifdzul mufrodat namun akhirnya mengantarkan kami khusyu’ ber-fb ria alias menjadi jam’iyyah facebookiyyah hingga dini hari dan sukses membuat kami kesiangan serta telat masuk program camp, haha…
Sayangnya, dia harus boyong memasuki bulan keduaku di Pare.
Syukron uty untuk sebulan yg indah itu…

* Azkya Putri
Gadis bongsor min LA city ini adalah teman menggila yg bersamanya hagan membuatku gila.
Bulan keduaku di Pare, semua hal kulakukan bersamanya; ragadna fil fasl karna hujroh kami mamlu’ (boong dink, padune karna di hujroh gga ada mirwahahnya), nge-jadzab di Sri Ratu Kediri, ujan-ujanan nyari lapangan kurrotussalah, kabur dari program camp ke An-Nur, meng-eskrim di Trijaya, men-capcay di “Madura”, wa ghairu dzalik. Dan OOT adalah hobi kami, haha…
Saking kompaknya kami berdua, sampe-sampe ummi Annis menyebut kami kembaran. Azky si kembar bongsor, Luva si kembar imut. Haha, begitulah, kami memang kembaran yg sialan.
Atul, begitu aku memanggilnya, dan Roroh adalah panggilannya untukku.
Ila liqo' kem, sampe jumpa di masa depan, ma’an najah

*Virzannida Abwa
Bunda Virzan, begitu aku memanggilnya. Bunda adalah teman seperjuanganku di aidina ‘ulaa wa aidina tsani. 
Kami sama-sama baru belajar darajah, walopun akhirnya aku yg lebih dulu lincah mengendarainya. Hehe, piss bund…
Sepeda kami adalah soulmate, hihihi, sepeda bunda namanya ‘dara’, sepedaku ‘jati’ namanya.
Musabaqah darajah adalah hobi kami. Kulla shabah wa nahar, rakabna ‘dara’ wa ‘jati’ ila dauroh Ocean al mahbubah.
Bunda Virzan ini asli Sumenep, jadi dia ahli bangett dalam hal membuat rujak petis (apa hubungannya coba?). Mancaaaap bund, walopun akhirnya bunda dan anak-anaknya berebut wartel ba'da menyantap rujak bikinan Bunda, hehehe...

* Den Ayu Ermita
Kejadzaban penghuni Alfarisi cewe terasa hampa tanpa kehadiran mojang Kediri yg satu ini. Karna mba Mita-lah sesepuh kejadzaban Alfarisi. 'arek iki' sudah lelap ketika waktu baru menunjukkan pukul 20.00 malam. Namun dini hari sekitar pukul 2.00 pagi suara keypad hapenya yg sekenceng suara bom waktu itu selalu sukses 'menglilirkan' kami yg baru mulai lelap. Tapi maap ya mba Mit, gga ngaruh yee. Karna kita pun akan kembali terlelap. Hihihi....


Ya, catatan kecil di atas adalah secuil kenangan tentang penghuni-penghuni aneh rumah Ummi Annis...
Syukron katsir suda menjadi teman, sahabat, sekaligus keluarga yg indah selama ini.
Ma'an najah, sukses dunia akhirat. Amiin...

#ini virzan&vitra
#ini azky




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, feel free to share your comment :)