"tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan"
kata-kata itu udah sering banget aku dengar, kebetulan beberapa hari yang lalu aku baca lagi kalimat itu di sebuah novel yang entah judulnya apa -aku lupa- lalu kepikiran buat nulis masalah ini.
ya, menjadi dewasa itu memang sebuah pilihan.
banyak kok orang 'tua' -I means berumur banyak- namun belum ada kedewasaan dalam sikapnya. nggak perlu jauh-jauh, aku pun merasa begitu.
april taun ini, aku dua puluh, tapi aku merasa belum bisa bersikap dewasa dalam hari-hariku. apalagi dalam menghadapi sebuah masalah, aku merasa masih terlalu banyak memakai ego dalam mengambil langkah.
harusnya -dan logikanya juga- setiap bertambahnya umur, kita bisa menjadi lebih baik dalam bersikap, termasuk dalam hal kedewasaan. tapi menurutku menjadi dewasa itu bukan secara mutlak ditentukan oleh umur.
kata-kata itu udah sering banget aku dengar, kebetulan beberapa hari yang lalu aku baca lagi kalimat itu di sebuah novel yang entah judulnya apa -aku lupa- lalu kepikiran buat nulis masalah ini.
ya, menjadi dewasa itu memang sebuah pilihan.
banyak kok orang 'tua' -I means berumur banyak- namun belum ada kedewasaan dalam sikapnya. nggak perlu jauh-jauh, aku pun merasa begitu.
april taun ini, aku dua puluh, tapi aku merasa belum bisa bersikap dewasa dalam hari-hariku. apalagi dalam menghadapi sebuah masalah, aku merasa masih terlalu banyak memakai ego dalam mengambil langkah.
harusnya -dan logikanya juga- setiap bertambahnya umur, kita bisa menjadi lebih baik dalam bersikap, termasuk dalam hal kedewasaan. tapi menurutku menjadi dewasa itu bukan secara mutlak ditentukan oleh umur.
Assalumu'alaikum
BalasHapusNumpang mampir ya mbak.
Kunjungan pertama mbak, semoga betah main kesini.
Salam kenal dari Surabaya :-)
terima kasih :)
BalasHapus